Jatuh bangun peradaban Amerika

Buku ini menunjukkan bahwa Amerika menjadi negara maju karena ia memimpin dalam empat revolusi yang berkaitan dengan inovasi.

Pertama revolusi industri. Amerika adalah negara yang secara responsif mengembangkan kapal uap, sehingga kota-kota pelabuhanya berkembang pesat, seperti Boston, New York, Seattle, Florida dan Sand Diego. Kota-kota dagang ini memfasilitasi berbagai arus ekspor impor komoditas di abad 19.

Kedua, penemuan dan inovasi teknologi. Amerika merupakan tempat lahirnya fisikawan Isaac Newton, Alexander Graham Bell, dan berbagai penemuan seperti lampu, arus pengubah suhu air dari dingin menjadi hangat. Amerika juga menjadi pusat inovasi energi dari minyak tanah ke cahaya listrik dan pengubah suhu ruangan dari dingin ke panas di rumah dan perkantoran. Di ranah penerbangan, Negara ini menginovasi penemuan kapal terbang dan cara landing yang sempurna.

k10544.gifBuku ini mencatat bahwa di bawah pemerintahan Roosevelt (1901-1909), sains maju dengan pesatnya. Roosevelt mendukung berdirinya NSF (National Science Foundation). Lebih lagi ketika perang dunia pertama terjadi. Pengembangan sains bertujuan untuk pengembangan alat perang. Di dunia pengobatan, Amerika pula yang mengembangkan vaksin anti malaria dan polio.

Pada awal abad 20, banyak pengusaha besar seperti Carnegie dan Rockefeller turut pula mengembangkan sains. Para pengusaha besar ini menggelontorkan uangnya untuk kepentingan publik, dan ada begitu banyak beasiswa kepada anak-anak dari berbagai latar belakang klas sosial untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Ketiga, revolusi Industri, khususnya di dunia hiburan. Amerika mengembangkan televisi hitam putih dan inovasi penting lainnya seperti mesin ATM, barcode untuk hak cipta, komputer pribadi hingga telpon genggam (meski masih berukuran besar). Pada tahun 1950an, selain baby booming, produktivitas ekonomi ditunjang dengan tingginya angka populasi migran mudanya mempengaruhi peningkatan GDP.

Hingga akhir tahun 1998, Amerika mempelopori penemuan internet dan www….com nya. Muncul pula industri kreatif online seperti amazon, google dan wikipedia. Di saat yang lain, retail toko-toko besar seperti Costco dan home depo juga berkembang pesat dan menstimulasi daya dorong konsumsi.

Dengan demikian, inti dari pertumbuhan Amerika adalah tidak pernah berhenti melakukan inovasi. Bahkan hingga saat ini, Amerika lah yang memulai inovasi mobil otomatis tanpa pengemudi (driver less car,) dan peternakan angin (wind farm) sebagai energi alternatif baru. Dibanding negara-negara lain, Amerika adalah negara paling inovatif karena tradisi sainsnya didukung oleh pengusaha-pengusaha besar.

Hal yang menyebabkan jatuhnya Amerika:

Harga yang harus dibayar dari pertumbuhan ekonomi adalah implikasi sosial dan ekonomi lainnya yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

Pertama, isu paling urgen saat ini adalah komodifikasi pendidikan dan student loan (pinjaman mahasiswa) sudah mencapai 1,2 triliun USD. Sekitar 44 juta lebih mahasiswa yang terkena hutang.

Pendidikan di Amerika mahal karena universitas harus membiayai gedung-gedungnya mewahnya, beserta fasilitas non akademis seperti kolam renang, lapangan atletik, bola basket, gym dan lounge yang ada disetiap college. Ini tentu berbeda dengan model pendidikan di Jerman misalnya . Mereka lebih fokus membangun gedung kuliah dan perpustakaan saja. Student loanmembuat mahasiswa membayar semua fasilitas ini, juga biaya bunga kuliah hampir mustahil terbayar hingga akhir hayat.

Kedua soal angka harapan hidup. Industrialisasi pangan yang maju dan mampu memanipulasi produksi pangan justru meningkatkan resiko kanker. Di kawasan pedesaan, khususnya pertambangan dan industri, frackingmenciptakan pencemaran bawah tanah dan meningkatkan potensi kanker di masyarakat sekitar.

Isu lainnya adalah food desert. Di daerah orang kulit hitam, makana sehat tidak mudah untuk diakses, apalagi bagi mereka yang tidak mempunyai mobil. Sedangkan makanan yang mudah dijangkau hanya junk food alias makanan cepat saji di mini market terdekat. Hal ini membuat rendahnya angka harapan hidup karena tingginya obesitas dan meningkatnya penyakit diabetes. Angka harapan hidup Amerika sekarang lebih rendah dari Kanada dan Jepang. Angka harapan hidup ini juga turun di kalangan warga kulit putih di pedesaan akibat sulit dan tercemarnya akses air. Serta hilangnya pekerjaan yang termekanisasi.

Ketiga, Amerika pada saat ini mengalami problem demografis. Populasi anak muda produktif sangat rendah, sedangkan jumlah manula meningkat. Hal ini mempengaruhi catatan angka produktivitas pekerja secara nasional. Para manula adalah generasi baby boomer di tahun 1950an yang kini telah pensiun. Sedangkan generasi muda pada saat ini tidak mau menikah dan punya anak. Karena itu, Amerika seharusnya bersyukur mendapatkan limpahan pekerja produktif (migran) yang masuk dari Meksiko dan kawasan Amerika tengah.

Keempat, meningkatnya ketimpangan (Rising of inequality). Upah untuk pekerja dengan lulusan setingkat SMA/high school macet sejak tahun 1970, dalam kenyataannya incomenational negara meningkat tajam tiada henti. Sejak tahun 1975 gaji pekerja kerah biru masih sama hingga kini meski GDP Amerika meningkat. Persis di Indonesia dimana gaji seorang pegawai negeri tetap sama dengan gaji ayahnya yang juga seorang pegawai negeri 20 tahun yang lalu. Ironinya, seperti dalam analisis Thomas Piketty (2016) stagnasi upah pada masyarakat Amerika justru berbeda dengan produktivitas kerja yang terus naik. Ini berarti, eksploitasi kerja meningkat sedangkan gaji tetap. Selama dua dekade ini, Amerika tidak mengalami pertumbuhan di segala kelas. Hal ini berbeda dengan tahun 1950an dimana pertumbuhan ekonomi beriringan dengan tumbuhnya klas pekerja pula.

20180217_150600

Lowongan pekerjaan pada saat ini bertentangan dengan keahlian para pekerja kasar (low skill worker). Dengan kata lain, orang susah menemukan pekerjaan jika ia tidak mempunyai ijasah bachelor/college (setara sarjana).Ironinya, akibat dari tingginya permintaan ijasah minimal bachelor, tinggi pula student loan mahasiswa karena banyak yang kemudian mendaftar ke college untuk mendapatkan ijasah demi prasyarat kemudahan kerja. Dengan demikian, perbedaan ketimpangan ekonomi lebih didasarkan pada mereka yang mempunyai ijazah bachelor (sekitar sepertiga dari total angkatan kerja) dan mereka yang tidak mempunyai ijazah tersebut (dua pertiga dari total angkatan kerja).

Mereka yang drop out dan tidak melanjutkan ke pendidikan sarjana cenderung terjerumus ke dunia kriminal. Anak-anak ini juga rata-rata anak dibesarkan oleh orang tua tunggal (single mom). Khususnya orang tua kulit hitam mempunyai presentase lebih kecil untuk mampu menyekolahkan anak mereka ke tingkat sarjana. Lebih lagi jika orang tersebut bagian dari dua pertiga jumlah total angkatan yang drop out dan pernah masuk penjara.

Dengan demikian, ketimpangan ekonomi juga berkaitan dengan isu rasial.

Selain dalam buku Robert Gordon ini, ketimpangan ekonomi sudah disinyalir oleh Joseph Stitglitz dalam buku terbarunya The Price of Inequality (2012). Stitglitz berpendapat bahwa regulasi dan politik membentuk kekuatan pasar, bukan sebaliknya. Keuntungan pasar dikarenakan lobi-lobi politik atau yang disebutnya sebagai rent seeking. Seperti misal pengusaha obat-obatan yang melobi kongres untuk menurunkan pajak dan menaikkan harga obat-obatan. Lobi perusahaan tembakau kepada pemerintah untuk mengeluarkan pernyataan tidak ada racun dalam produk mereka. Lobi perusahaan senjata untuk meningkatkan sistem pertahanan negara. Lobi-lobi ini pula yang menghancurkan kekuatan serikat kerja dan memfinansialisasi ekonomi. Ke depannya, jika ini dibiarkan ketimpangan ekonomi lah yang akan meruntuhkan peradaban Amerika yang telah dibangun dengan sejarah inovasi tiada henti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s